Kursor

Cute Rocking Baby Monkey

Sabtu, 21 Maret 2015

ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI SALAH SATU MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum)



A.       PENGERTIAN IBD (Ilmu Budaya Dasar)
IBD atau Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu untuk mempelajari dasar-dasar budaya yang terdapat didalam suatu bangsa, dengan begitu diharapkan dapat menambah pengetahuan-pengetahuan dasar tentang budaya yang terdapat didalam suatu bangsa, dan dapat mengetahui masalah-masalah manusia dan budaya apa saja yang pernah ataupun yang sedang terjadi didalam bangsa tersebut. Bukan hanya sekedar mengetahui masalah yang terdapat didalam bangsa tetapi juga mengkaji masalah tersebut, mencari tau hal-hal apa saja yang menyebabkan masalah itu bisa terjadi dan bagaimana cara kita untuk menyelesaikan atau solusi dari masalah tersebut. Pada dasarnya masalah tidak akan terjadi bila tidak ada suatu penyebab dari masyarakat bangsa itu sendiri, dan suatu masalah pasti ada sebuah solusi untuk menyelesaikannya. disini Mahasiswa diajarkan untuk megembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran, serta kemampuan kritikal terhadap suatu masalah yang menyangkut nilai-nilai budaya.

Pada saat ini, terdapat kecenderungan terhadap perilaku masyarakat yang sering mengabaikan sikap dan perilaku moral, serta kurangnya berbudaya. Sikap dan perilaku itulah yang dapat menyebabkan hilangnya Budaya Indonesia yang sebenarnya, masyarakat indonesia yang dahulu dikenal sebagai masyarakat dengan budaya musyawarah, saling menghormati, gotong royong dan lain sebagainya, sekarang seolah bertolak belakang dari budaya Indonesia yang dikenal dahulu, bahkan sekarang seringkali kita melihat sebuah perilaku sosial yang menyimpang, dengan semakin berkembangnya zaman, kebudayaan asli Indonesia pun sedikit demi sedikit tergeser oleh kebudayaan asing, kebudayaan asing dengan begitu cepat dapat masuk kedalam kebudayaan Indonesia, dan tragisnya kebudayaan barat itupun dengan cepat diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya para remaja. Contohnya saja kebudayaan barat yang sekarang sudah merasuki kebudayaan Indonesia bahkan sudah sangat mendominasi yaitu : pergaulan bebas, cara berpakaian yang terus mengikuti trend yang berkembang, pergi ke diskotik, minum-minuman keras, narkoba, rambut di cat, wanita berpakaian seperti laki-laki, sertalaki-laki yang berpakaian seperti wanita, hal-hal tersebut yang nantinya akan merusak moral para remaja di Indonesia.

Solusi dari permasalahn tersebut kita harus mengenalkan kembali kepada kaula muda betapa kayanya kebudayaan yang kita miliki, dengan mengenalkan dan melestarikan pakaian batik, dan mewajibkan para karyawan dan anak-anak sekolah untuk memakai batik pada hari-hari tertentu, dengan model yang tak kalah menarik dari pakaian-pakaian model barat, tetapi tidak meninggalkan adat ketimuran yang santun. Kita boleh saja menerima kebudayaan barat yang masuk kedalam lingkungan kita, tetapi sebaiknya kita mengkaji terlebih dahulu kebudayaan mana yang baik, yang tidak merusak moral bangsa kita sendiri terutama dikalangan para remaja.


B.        TUJUAN IBD (Ilmu Budaya Dasar)
Berikut tujuan dengan adanya materi Ilmu Budaya Dasar (IBD) ini sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang diberikan kepada mahasiswa diseluruh perguruan tinggi negri dan swasta :
·         Diharapkan dapat memberikan pengertian dasar dan pengertian umum tentang sebab-sebab yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
·         Mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran, dan apresiasi mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
·         Mengembangkan minat dan kebiasaan masyarakat untuk menyelidiki hal apa saja yang terjadi disekitarnya dan diluar lingkungan, yang menyangkut orang lain, alam sekitar, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
·         Mengembangkan kepribadian dengan cara memperluas wawasan pikiran.
·         Kesadaran akan nilai-nilai pola kehidupan.
·         Menghasilkan warga negara yang mempunyai jiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi.
·         Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat.

C.       RUANG LINGKUP IBD (Ilmu Budaya Dasar)
Ilmu Budaya Dasar atau basic humanities pengetahuan budaya yang mencangkup keahlian seperti seni sastra, seni tari, seni rupa, dan lain-lain. Jadi Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya, melainkan pengertian dasar dan pengertian umunya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
Terdapat perdebatan berbagai masalah pokok yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar ialah : Berbagai aspek kehidupan yang didalamnya adalah persoalan dalam menjalankan kehidupan dan fenomena budaya yang berkembang, hakekat manusia baik individu maupun kelompok, yang memiliki keanekaragaman kebudayaan dimasing-masing daerah. namun terdapat banyak perbedaan-perbedaan antara manusia satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkingan alam dan sebagainya. Dimana perbedaan tersebut dapat mewujudkan berbagai bentuk ekspresi seperti : ungkapan, fikiran, perasaan, dan tingkah laku.

Sumber :         http://elerning.gunadarma.ac.id/
                       
SOAL

1.      Pengertian umum tentang Ilmu Budaya Dasar adalah ...
*   a.  Konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan
     b.  Ilmu tentang budaya secara global dan tidak mendalam
     c.  Ilmu yang memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral
     d.  Ilmu mengenai masalah sosial dalam kehidupan masyarakat

2.      Sikap dan perilaku apa saja yang dapat menyebabkan hilangnya budaya Indonesia yang dikenal ramah tamah ...
*   a.  Munculnya sikap individualisme, matrealistis serta kurangnya berbudaya
     b.  Ramah, santun dan bergotong royong
     c.  Saling menghargai dan menghormati satu sama lain
     d.  Welcome terhadap orang-orang asing atau pendatang

3.      Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan kebudayaan asli Indonesia sedikit demi sedikit tergeser oleh kebudayaan asing, kecuali ...
a.    Mudahnya mengakses informasi secara global
b.    Krisis globalisasi
*   c.  Cerdasnya sikap masyarakat dalam mengkaji  kebudayaan yang baik
d.    Perkembangan teknologi

4.      Berikut tujuan adanya materi Ilmu Budaya Dasar (IBD) ini sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), kecuali ...
a.    Memberikan pengertian dasar dan pengertian umum tentang sebab-sebab yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan
*   b.  Menambah pengetahuan dan meniru gaya hidup budaya barat
c.    Menambah wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat
d.    Mengembangkan kepribadian dengan cara memperluas wawasan pikiran

5.      Keanekaragaman kebudayaan terbentuk akibat adanya perbedaan ...
a.    Ungkapan, fikiran, dan perasaan
b.    Tingkah laku, proses adaptasi, dan perasaan
c.    Perasaan, ungkapan, dan tingkah laku
*   d.  ruang, tempat, waktu, dan keadaan sosial budaya

Selasa, 09 Desember 2014

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


A.           PELAPISAN SOSIAL

Gambar 1.1
Pengertian
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.

 Terjadinya Pelapisan Sosial
     1.  Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yagn menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdaarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.

     2.  Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah : 
  • Sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain
  • Sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal).

Pembagian sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
1.        Sistem Pelapisan Masyarakat Yang Tertutup
Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakt kepelapisan yagn lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyaraktnya mengenal sistem kasta
2.        sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Didalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke pelapisan yang ada dibawahnya atau naik ke pelapisan yang di atasnya. Sistem yang demikian dapat kita temukan misalnya didalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bisa ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang jug adapt turun dari jabatannya bila ia tidak mampu mempertahankannya.. Status (kedudkan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri diebut “achieved status”

Teori Tentang Pelapisan Sosial

Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti :

a)     Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
b)    Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
c)    Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).


Berikut ara pendapat para ahli yang memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti :
  • Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
  • Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat. 
  • Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite. 
  • Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. 
  • Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

      Dari apa yang diuraikan diatas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut :
  • Ukuran kekayaan : Ukuran kekayaan dapat dijadikan suatu ukuran; barangsiapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, temasuk lapisan sosial paling atas.
  • Ukuran kekuasaan : Barangsiapa yang mempunyai kekuasaan atau wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas 
  • Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, menduduki lapisan sosial teratas. 
  • Ukuran ilmu pengetahuan : Ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran ini kadang-kadang menjadi negatif, karena ternyata bukan ilmu yang menjadi ukuran tetapi gelar kesarjanaannya. Sudah tentu hal itu mengakibatkan segala mecam usaha untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun secara tidak halal.

B.           KESAMAAN DERAJAT

Gambar 1.1



Menghubungkan antara manusia dan lingkungan masyarakat luas yang memiliki hubungan timbal balik dan juga kesamaan derajat dalam hak dan kewajiban dimata hukum, lingkungan dan pemerintah tanpa terkecuali. Di Negara Indonesia sudah dibentuk system yang mengatur tentang kesamaan derajat antara rakyat dan sudah tercantum dipasal yang ada di undang-undang dasar 1945, pasal yang mengatur tentang kesetaraan derajat ada di pasal 27 ayat 1 dan 2, pasal 28, pasal 29 ayat 2, dan pasal 31 ayat 1 dan 2.
Kesamaan derajat perlu diwujudkan agar setiap manusia dapat memiliki hak yang sama dalam masyarakat, keadaan yang membentuk suatu strata atau kelas didalam masyarakat harus dapat dilebur agar terjadi hubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakat.
Suatu Negara yang memiliki pemerintahan akan tetap aman dan nyaman ditinggali apabila masyarakat didalamnya memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa membedakan kasta atau strata, karena perbedaan kasta akan menimbulkan rasa kecemburuan sosial antara masyarakat. sikap manusia yang mampu bersosialisasi tanpa memandang kasta akan lebih mendapat tempat dan perhatian dari semua lapisan masyarakat.

C.           ELITE DAN MASSA

Pengertian Elite
Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu konektivitas dengan cara yang bernilai sosial.
Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :
a) Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
b) Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yanag bersifat fisik maupun psikhis, material maupun immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.
c) Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.
d) Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat yang menempati kedudukan tertinggi. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam istilah yang lebih umum elite dimaksudkan kepada “posisi di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”.
Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Contohnya : dalam masyarakat industri watak elitenya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitif. Di dalam suatu lapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kebijaksanaan. mereka itu mungkin para pejabat, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan dan lainnya lagi.

Pengertian Massa



Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang terjadi secara spontan, tetapi secara fundamental berbeda dengan hal-hal yang lain.
Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri membedakan di dalam massa, yaitu :
1)   Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda.
2)  Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
3)  Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota­-anggotanya.
 
TAMBAHAN :
Gambar yang berhubungan dengan pelapisan sosial